oleh

Dua Unit ponton selam dan enam Unit TI Perahu Ditemui Divpam PT Timah Sedang Menambang Illegal Dekat KK Singkep 1 dan KIP PT Timah

BANGKA, BNBABEL.COM — Meski cuaca dan kondisi alam yang tak selamanya bersahabat, ternyata tidak menyurutkan Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah Tbk untuk mengawasi dan memantau aktivitas tambang di Wilayah Izin Usaha (WIUP) milik PT Timah Tbk.

Seperti yang dilakukan Tim Divpam pimpinan GM PT Timah Tbk Robertus Bambang Susilo ini, meski cuaca tak bersahabat sepanjang hari Kamis (7/10/2021), Tim Divpam PT Timah terus melakukan patroli di perairan Laut Bangka.
Kali ini Tim Divpam menyusuri kawasan Laut Air Kantung Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saat tiba di WIUP PT Timah area Laut Air Kantung, Tim Divpam menemui ada aktivitas oknum warga yang menambang secara illegal.
“Cuaca hari ini cukup buruk dengan alun yang kuat. Tetapi kami tetap melakukan giat penertiban Tambang ilegal yang beroperasi di WIUP PT Timah Tbk. Kali ini kami menyusuri kawasan Laut Air Kantung DU 1548,” ujar GM PT Timah Tbk,

Robertus Bambang Susilo
setelah berkeliling memantau aktivitas di Laut Air Kantung, Tim Divpam akahirnya menemukan dua unit TI Selam yang sedang beroperasi dekat dengan KIP PT Timah.
Selain itu Tim Divpam juga menjumpai enam unit TI Perahu yang beroperasi dekat KK Singkep 1 dan KIP PT Timah.

“Kami menemukan ada TI yang berktivitas di area WIUP PT Timah Tbk. Bahkan ada yang beraktivitas cukup dekat dengan KK Singkep 1 dan KIP PT Timah yang sangat mengganggu manuver kapal dan membahayakan nyawa para pekerja ilegal itu sendiri bila bersenggolan dengan kapal yang sedang bekerja “, tukas Robertus.
Saat ditemukan sedang beroperasi, ternyata di lokasi TI Rajuk ini terdapat enam orang pekerja, dan sebanyak 24 orang pekerja di TI Perahu.

Seperti pada penertiban sebelumnya,Tim Divpam hali ini juga hanya melakukan pendekatan persuasif kepada oknum masyarakat yang menambang secara illegal di WIUP PT Timah Tbk.

“Untuk saat ini yang kami lakukan adalah penyetopan dan kemudian kami minta mereka keluar dari IUP PT Timah,” ucap Robertus.
Namun demikian, kata Robertus, sebelum para penambang ini pergi,

Pihaknya juga terlebih dahulu melakukan pendataan kepada para penambang. Selain didata, para penambang ini difoto seluruh badan dan membuat surat pernyataan dengan materai Rp 10.000 untuk tidak akan menambang ilegal lagi di IUP PT Timah.

“Hasil akhirnya seluruh TI Perahu sudah keluar dari WIUP dan area operasi KK Singkep 1 dan KIP PT Timah sudah steril dari penambang ilegal, sehingga armada Kapal Produksi PT Timah dapat beroperasi lancar. Menurut pengakuan para pekerja hasil timah ilegalnya dijual ke oknum penampung yang namanya telah diketahui Divpam PT Timah dari para pekerja.” ujar Robertus. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *