oleh

Ditemukan Tidak Berdaya Di Dalam Gubuk Pelabuhan Perkasa, Tamrin Di Evakuasi Aparat dan Warga

BANGKA, BNBABEl.COM — Tamrin, Warga pendatang yang belum diketahui asal – usulnya ditemukan warga dan aparat dalam kondisi tidak berdaya dan kurus kering dalam sebuah gubuk di Pelabuhan Perkasa, Kawasan industri Khusus Air Kantung, Sungailiat, Bangka. (3/7), sekitar Pukul 08.00 WIB.

Selain sudah berumur, kondisi Tamrin sangat memperihatinkan bahkan sulit bicara dan tidak bisa berdiri.

Informasi kondisi Tamrin Ini dilaporkan oleh Kaling Lingkungan Nelayan 2, yang kemudian men-share informasi tersebut ke WAG Kelurahan Sungailiat.

kemudian Lurah Sungailiat menghubungi Camat Sungailiat untuk langsung turun melihat kondisi Tamrin. ” Tadi pagi kurang lebih jam 8 pagi saya di telefon oleh Bos Bahrin bahwa di kawasan Air Kantung khusunya Plabuhan Perkasa, ada orang yang sedang sakit sekarat namanya bapak Tamrin, cuma beliau ini sebatang kara aslinya kita tidak tau keluarga dan asal – usulnya, dia tinggal sendiri numpang di gubuk kawasan Air Kantung ini. Kemudian kejadian ini saya share ke group Kelurahan bahwa ada orang sakit dan sekarang kemudian langsung di respon” ujar Kaling Lingkungan Nelayan 2 Syarifudin di Pelabuhan Perkasa.

Mendapati kondisi Tamrin sangat kritis, warga dan aparat termasuk Anggota Posmat Al sekitar Gubuk langsung melakukan proses evakuasi dan menghubungi SPGDT untuk penanganan cepat.

Lurah Sungailiat Farid anshari , SH, MH mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui identitas penuh Korban, Karena Korban dalam kondisi sulit berbicara.

” Menindak lanjuti itu, saya segera berkoodinasi ke pihak Kecamatan kemudian kami langsung cek lapangan dan evakuasi seperti yang terlihat, Bapak Tamrin ini sudah di dalam mobil PSC SPGDT langsung di tangani kemudian akan segera dibawa ke RS Umum untuk perawatan Intensif ” ,Ujar Lurah Sungailiat di lokasi kejadian.

” Kalau identitasnya baru kita ketahui namanya saja, karena Pak Nurdin ini sudah tidak bisa kita mintai keterangan Yang penting kami gerak cepat dulu untuk perawatan medis karena kondisinya sangat tidak sehat”, tambahnya.

Terpantau Anggota Ormas SNNU ( Serikat Nelayan Nahdatul Ulama) Kabupaten Bangka dan Yayasan Masjid Al- falah Nelayan 2 ikut membantu proses evakuasi Tamrin.

” Kami datang bersama anggota SNNU dan Yayasan Lingkungan nelayan 2 karena info ada warga pendatang kritis ini, kemudian kami bersama Kaling Nelayan 2 kami membantu evakuasi dari dalam gubuk. Kondisi bapak ini sakit dan kurus kering, beruntung ada warga yang mengetahui kondisinya” ujar Lukman, Ketua SNNU Bangka.

” Pak lurah dan pak camat bersama Posmat Al ( Angkatan Laut) langsung turun ke lokasi dan ada Kaling parit Pekir, Nelayan 2 dan Nangnung juga bersama warga dan kita SNNU langsung kita evakuasi ke Mobil SPGDT” , tambahnya.

Sementara Camat Sungailiat, Ramzi, S.STP, MAP usai proses evakuasi di lokasi kejadian mengatakan bahwa Nurdin akan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Sungailiat. Ramzi memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka akan melaksanakan kewajiban dengan merawat Tamrin karena termasuk kategori rakyat terlantar yang wajib di pelihara Negara.

” Kewajiban negara untuk hajat hidup orang banyak yang dalam hal ini adalah fakir miskin dan rakyat terlantar itu dirawat oleh Negara, meskipun bapak ini secara administrasi bukan warga Kabupaten Bangka ‘ Ujar Camat Sungailiat.

Pihak Kelurahan dan Kecamatan Sungailiat akan memastikan dukungan perawatan Nurdin dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial ( Dinsos) Bangka guna penanganan usai Nurdin sehat kembali.

” Jadi kita gerak cepat dulu untuk perawatan kondisi memperihatinkan bapak ini, kami sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Dirut RS. Umum untuk merawat bapak ini di RS umum. Tinggal pihak kelurahan melengkapi berkas dan surat domisili pak Tamrin ini. Mari kita doakan agar kondisinya segera membaik”, Ujar Ramzi.

” Kemudian kami akan segera koordinasikan dengan Dinas Sosial terkait kejadian ini untuk di tangani dan menelusuri keluarga beliau. kalau memungkinkan akan kita pulangkan. Kalau disini beliau juga kondisi seperti ini tidak punya sanak famili, tinggalnya juga tidak memadai, beruntung masih terpantau kondisinya sama Kawan – kawan, kalau tidak gimana ? Yang penting hari ini kita gerak cepat beri hak kesehatan beliau sebagai warga negara” Jelas Ramzi.

Penulis: IR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *