oleh

Dinilai Memenuhi Syarat, SMK Negeri 2 Sungailiat Akan Memulai KBM Tatap Muka

Sungailiat, BNBabel – SMK Negeri 2, Sungailiat, Kab. Bangka, berencana mengadakan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada pekan depan, setelah sekian lama vakum dikarenakan pandemi Covid-19 hampir satu tahun belakangan ini. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak Humas sekolah, Budianta, saat mendampingi Tim Satgas Covid-19 Kab. Bangka, ketika meninjau kesiapan pihak sekolah pada Sabtu (13/02/2021) siang.

Dikatakan oleh Budianta, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini diadakan secara bergilir hanya untuk siswa kelas XII saja, sebagai upaya persiapan mengikuti ujian kompetensi dan praktek yang akan dilaksanakan pada pertengahan Maret mendatang, mengingat pembelajaran via daring dinilai kurang efektif bagi siswa untuk menyerap materi pelajaran yang bersifat kejuruan.

“Jadi mengingat selama hampir masa pandemi ini kelas XII khususnya, sebenarnya semuanya juga, ini hampir tidak mendapatkan materi produktif tentang kejuruannya. Kalau hanya lewat internet, daring ini ‘kan serapannya kurang begitu efektif. Bisa dikatakan saya rasa hampir seluruh target ndak efektif. Nah, sedangkan SMK ini kan kejuruan adalah rohnya. Tanpa ada kejuruan ya bukan SMK, “ pungkasnya.

Ditanya soal apa saja kesiapan pihak sekolah untuk memerhatikan kesehatan siswanya nanti, ia mengatakan akan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai aturan, seperti pengecekan suhu tubuh siswa; penggunaan masker; penyediaan tempat cuci tangan di setiap laboratorium praktek; dan juga penataan ruang kelas sesuai pola social distancing.

Kepala BPBD Kab. Bangka, Nursi, yang turut hadir saat peninjauan mengatakan kalau pihaknya menyambut positif dan mendukung diadakan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka oleh SMK Negeri 2, bila memang hal itu dirasa perlu guna menunjang produktivitas siswa kelas XII yang sebentar lagi akan mengikuti ujian kompetensi dan praktek.

“Jadi untuk kegiatan KBM di SMK 2 Sungailiat, bisa dimungkinkan, karena tuntutan untuk proses belajar mengajar. Setelah kita tinjau memungkinkan untuk itu. Jadi bisa dilaksanakan. Yang penting protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Jadi dibantu mungkin [dari] tim pengamanan, dan satgas sekolahnya untuk memantau setelah KBM selesai maka siswanya harus segera meninggalkan sekolah. Tidak berkerumun di parkiran, di tempat sekitar sekolah. Harapan kita demikian, “ ujar Nursi, sembari mengecek persiapan infrastruktur kesehatan yang disiapkan oleh pihak sekolah.

Mengenai perizinan, Nursi menambahkan bahwa pihaknya nanti akan langsung melaporkan hasil peninjauan hari ini kepada Bupati Kab. Bangka selaku Ketua Satgas Covid-19 Kab. Bangka, agar surat izin untuk pengadaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dapat segera diterbitkan, dengan pertimbangan bahwa SMK merupakan sekolah kejuruan yang lebih banyak melibatkan kegiatan pembelajaran praktek ketimbang teori. Sedangkan untuk sekolah umum atau SMA, lanjut Nursi, belum bisa dibolehkan mengadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka lantaran porsi pengajarannya yang lebih banyak teori ketimbang praktek, sehingga dianggap masih cukup efektif bila dilakukan via daring. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *