oleh

Danramil 06/Sungailiat Sampaikan Kepentingan Secara Luas Saat Rakor Penolakan Warga Pemakaman Jenazah Covid-19 di Pemali

BANGKA, BNBABEL.COM – Bersama dengan juru bicara tim satuan tugas covid-19 kabupaten bangka, Boy Yandra dan kepala puskesmas pemali, dr Hafiz, Danramil 0413-6/sungailiat, Mayor Arh Daniel B Gala menghadiri kegiatan rapat koordinasi dari camat pemali yang diselesaikan di Kantor desa pemali, sabtu (11/9/2021).

Rapat koordinasi dengan mengundang beberapa pihak terkait tersebut, membahas tentang adanya penolakan dari masyarakat mengenai pemakaman pasien meninggal covid-19 secara protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, juru bicara satgas covid-19 bangka menyampaikan agar masyarakat tidak perlu merasa resah dengan berita-berita yang tidak penting dan tidak jelas tentang vaksin. Pasalnya, pemerintah telah berusaha agar warganya sehat dan memliki imun yang kuat dengan menjalani vaksin.

“Seharusnya pihak rumah sakit memberikan keterangan dengan bukti tertulis jika terdapat salah satu pasien covid-19 meninggal. Sampai dengan saat ini, sudah ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena memaksa dan melawan serta melakukan ancaman kepada petugas karena ada salah satu anggota keluarganya akan dimakamkan secara protokol kesehatan covid-19,” jelasnya.

Kemudian kepala puskesmas pemali, dr Hafiz menuturkan apabila vaksin akan memberikan dan membentuk imun tubuh manusia menjadi lebih kuat dan kebal terhadap virus corona. Ia menjelaskan saat ini sudah ada 4 jenis vaksin seperti sinovac, astrazeneca, moderna dan frizer.

Menurut dr. Hafiz semua jenis vaksin itu memilik fungsi yang sama yaitu memberikan kekebalan tubuh untuk melawan masuknya wabah virus corona ke tubuh.

“Kalau untuk masyarakat hanya membutuhkan dua kali vaksinasi saja, tetapi bagi petugas kesehatan minimal tiga kali yang mana yang ketiga menggunakan booster karena mereka inilah yang benar-benar berhadapan langsung dengan pasien covid-19,” paparnya.

Sementara itu, Danramil 0413-6/sungailiat, Mayor Arh Daniel B Gala menyebutkan bahwa pihaknya hadir dalam kegiatan rapat koordinasi tersebut TNI terlibat langsung dalam penanganan wabah Covid-19. Selain itu TNI masuk dalam tim 5 pilar yaitu pemerintah, TNI, polri, tenaga kesehatan dan relawan.

“Seharusnya apapun yang telah menjadi keputusan dari pemerintah semestinya masyarakat harus mengikutinya. Jangan ada lagi ada berita-berita yang dipolitisir seperti pelaksanaan vaksin adalah bisnis atau setelah melakukan vaksin banyak warga yang meninggal. Berita hoax seperti inilah yang dapat mempengaruhi masyarakat luas sehingga mereka tidak percaya lagi dengan pemeriksaan,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *