oleh

Dalam Sarasehan Sobat Ombudsman, Yozar Sebut Mahasiswa Sebagai Mitra Strategis Pengawasan di Babel

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Partisipasi masyarakat melalui Sobat Ombudsman merupakan strategi peningkatan pengetahuan masyarakat untuk melakukan pengawasan eksternal terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Hal tersebut diungkapkan oleh Shulby Yozar Ariadhy, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan Sarasehan Sobat Ombudsman Babel bertempat di Balai Besar Peradaban Universitas Bangka Belitung, pada Kamis (2/12/2021).

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara Ombudsman Babel dengan mahasiswa sebagai jejaring atau mitra strategis dalam hal pengawasan pelayanan publik. Mahasiswa memiliki segala potensi untuk memberikan kontribusi positif bagi penyelenggaraan pelayanan publik. Tidak diragukan lagi, mahasiswa memiliki sikap kritis, analitis, dan idealis dalam merespon setiap isu atau kebijakan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat”, ujar Yozar dalam sambutannya.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka dalam sesi materi juga menyampaikan bahwa dengan adanya mahasiswa berpartisipasi aktif sebagai pengawas eksternal, selain menjadi agen yang mengakomodir laporan masyarakat ke Ombudsman, dirinya berharap mahasiswa juga dapat sebagai penggerak masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dalam konteks pengawasan pelayanan publik.

“Sobat Ombudsman Babel unsur mahasiswa sebetulnya sudah terbentuk sejak tahun 2017, namun karena berbagai faktor mengakibatkan kegiatan-kegiatannya kurang aktif. Melalui kegiatan seperti ini saya harap teman-teman mahasiswa semakin paham cara membantu/memfasilitasi masyarakat yang mengalami Maladministrasi dalam pelayanan publik. Selain itu, saya juga berharap mahasiswa dapat menjadi aktor utama melakukan pengawasan secara kreatif terhadap hal-hal ringan di sekitar, misalnya dengan mengangkat isu kesulitan akses penyandang disabilitas dalam menggunakan Anjungan Tunai Mandiri
(ATM) diberbagai Bank, menginformasikan titik-titik penumpukan sampah melalui teknologi gadget, memperjuangkan hak-hak pejalan kaki melalui trotoar yang sesuai peruntukannya, dan lain sebagainya”, jelas Yozar.

Salah satu peserta mahasiswa, Ambla Triantoro dari Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung menyampaikan hal yang cukup menarik dalam sesi diskusi. Peserta tersebut mengatakan bahwa selama ini sama sekali tidak mengetahui bahwa ada Lembaga Negara seperti Ombudsman Republik Indonesia.

“Mohon ijin Pak, saya betul-betul baru detik ini mengetahui bahwa ada lembaga Ombudsman. Padahal beberapa waktu lalu saya menjadi korban maladministrasi oleh salah satu instansi yang ada di Babel. Saya merasakan betul bagaimana kesulitannya hal tersebut, namun saya tidak tahu harus menyampaikan pengaduan tersebut kemana.
Alhamdulillah senang sekali hari ini saya telah memahami dan akan mendukung 100% kerja-kerja pengawasan yang dilakukan Ombudsman”, kata Ambla.

Menanggapi apa yang disampaikan mahasiswa tersebut, Shulby Yozar Ariadhy, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung mengatakan bahwa hal tersebut memang sudah menjadi masalah klasik di Ombudsman.

“Iya betul, kondisinya memang seperti itu dan merupakan pekerjaan rumah (PR) yang cukup besar bagi kami, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu Ombudsman. Salah satu permasalahan utamanya adalah karena persoalan klasik ombudsman yang kekurangan SDM untuk melakukan tugas sosialisasi serta tugas pokok lainnya. Namun hal tersebut bukan menjadi penghalang dan alasan, karena khususnya di Ombudsman Babel memiliki Sobat Ombudsman yang akan menjadi mata, mulut, dan telinga Ombudsman dalam mensosialisasikan, memberi informasi, serta memfasilitasi masyarakat yang mengalami maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik”, tutup Yozar.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *