oleh

Buntut Demo Anarkis Warga, KIP CBL Merugi Lebih 9 Milyar

BANGKA, BNBABEL.COM – Kapal Isap Produksi Citra Bangka Lestari ( KIP CBL) ditaksir mengalami kerugian sekitar 9 milyar akibat aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat pada hari Senin 12 Juli 2021 di Perairan Pantai Bedukang, Bangka.

Direktur KIP CBL, Jubakner Standort Nainggolan menyebutkan aksi yang dilakukan oleh sekolompok masyarakat yang mengatasnamakan nelayan tersebut dinilai sudah direncanakan dengan baik. Hal itu terlihat ketika massa mendatangi kapal dengan membawa alat-alat seperti kayu.

Yang mana pada aksi tersebut juga terjadi tindakan anarkisme yang dilakukan oleh massa seperti merusak kapal dan fasilitas lainnya, menyandera anak buah kapal dan adanya penganiayaan terhadap salah petugas keamanan kapal sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Aksi ini benar-benar sudah sangat terencana, mereka datang dengan jumlah massa yang banyak dan juga membawa alat yang digunakan untuk merusak kapal,” ujarnya.

Menurutnya tidak hanya kerusakan kapal saja yang terjadi tetapi juga ada sebanyak 44 kampil pasir timah hasil produksi yang turut diambil oleh massa. Ia menegaskan jika kru kapal sebelumnya telah berusaha untuk melakukan negosiasi dengan massa pendemo, tetapi massa langsung memasak masuk. Tidak hanya sebatas itu saja, massa yang berhasil menduduki kapal juga memaki dan melempari petugas kepolisian dengan batu yang ingin naik ke kapal dan menghentikan aksi tersebut.

“Masuk kapal tanpa ijin saja sudah tindakan pelanggaran hukum apalagi ditambah dengan melakukan pengerusakan dan tindakan kriminal. Semua yang ikut aksi itu akan kami seret ke meja hukum,” tegas GM KIP CBL.

Menurutnya atas aksi massa tersebut, pihaknya ditaksir mengalami kerugian lebih dari 9 milyar. Dan kondisi kapal saat ini belum bisa diperbaiki karena masih dalam proses olah TKP oleh pihak terkait.

“Saya juga sangat menyayangkan ada oknum yang membuang oli ke laut, dan ini bisa berakibat pencemaran lingkungan. Kami saat ini tidak hanya mengalami kerugian bersifat materiil saja tetapi juga non materiil, seperti anak buah kapal mengalami trauma akibat penyanderaan, perampasan barang dan uang,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti permasalahan ini, manajemen KIP CBL telah melaporkan kepada pihak berwajib agar dilakukan proses hukum lebih lanjut. Hal itu pihaknya lakukan agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

“Kami sudah melaporkan kejadian ke pihak yang berwajib Polda Babel dengan bukti rekaman CCTV dan keterangan lainnya. Dari hasil rekaman CCTV saja sudah terindentifikasi ada 137 orang pelaku yang menaiki kapal dan melakukan pengerusakan” tambahnya.

“Ini negara hukum, kami minta kejadian ini diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita menjalankan usaha ini secara legal sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan ada aturan hukumnya. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang, dan seharusnya keamanan harus lebih ditingkatkan. Kita berharap aparat penegak hukum dapat memproses dengan seadil-adilnya,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *