oleh

Breaking News : Belasan Ponton TI Sebu Di Tarik Ke Darat, Pengawas PIP PT. Timah Pastikan Belum ada SPK PIP Di Perairan DU.1555

BANGKA, BNBABEL.COM — Satpolair polres bangka meminta belasan ponton bermesin sebu atau tungau, yang telah beroperasi atau yang baru akan beroperasi di perairan matras untuk berhenti beroperasi dan menarik setiap ponton kembali ke darat.

Selasa, 14/9. sekitar pukul 16.00 wib, 2 unit ponton yang beroperasi diiringi ponton lainnya yang sudah di tengah laut yang kemudian diintruksikan untuk ditarik ke bibir pantai oleh petugas satpolair polres yang di pimpin oleh KBO satpolair.

Nampak setiap unit ponton tersebut ditarik menggunakan perahu nelayan tradisional sekitar.

Usia proses penarikan dan sempat terlibat adu argumen dengan penambang, pihak satpolair polres bangka meminta seluruh penambang untuk memberikan keterangan di kantor.

Menjelang maghrib, dilokasi tempat berlabuhnya belasan ponton di ujung pantai matras, pengawas PIP PT. Timah Tbk Rosmito, SE kepada wartawan memastikan belasan ponton menggunakan mesin TI sebu ini bukan atas surat perintah kerja ( SPK) dari PT. Timah.

” Untuk legal belum ada pak, jadi sejauh ini dari pimpinan kita kami mengetahui di Du 1555, termasuk perairan matras dan sinar jaya belum ada pimpinan kami mengeluarkan izin atau SPK” Ujar Rosmito.

Meskipun itu, Rosmito menjelaskan bahwa di Du. 1555 sudah banyak kelompok masyarakat atau perusahaan yang mengajukan permohonan SPK.

” Yang namanya IUP itu pasti ada kemungkinan di keluarkan SPK, namun sejauh ini kami dilapangan tidak ada mendapat informasi adanya diterbitkan SPK disini, lebih jelasnya lagi itu ranah pimpinan Kita”, kata Rosmito.

Sempat mencuat soal perbatasan wilayah antara kelurahan matras dan sinar jaya – Jelutung saat belasan ponton ini ditarik ke darat.

” Nah kalau perbatasan ini dari segi bahasa setau saya, Ini laut matras akan tetapi setiap wilayah ada perbatasan administratif kewilayahan seperti di laut air kantung ada beberapa lingkungan yang terlibat, DU 1555 itu dari laut kelurahan matras, sinar jaya – jelutung, deniang sampai ke laut perimping, riau silip, contohnya 2 dari belasan ponton ini bekerja di wilayah administratif kelurahan sinar jaya – jelutung selebihnya di kelurahan matras” ,Jelas Rosmito.

Sementara itu, salah satu tokoh nelayan matras mengatakan bahwa pekerjaan belasan ponton yang ditarik ke darat ini belum ada memberitahu atau membahas kompensasi untuk nelayan matras.

” Terkait belasan ponton itu semenjak mereka membuat sakan dan PIP di pinggir pantai, kita tahu tapi tidak ada komunikasi atau bahasa kompensasi untuk nelayan matras.Dan kita pun sudah menanyakan ke PT. Timah, itu belum ada mengeluarkan izin kerjanya. Pastinya ilegal” ujar tokoh nelayan matras.

Senada, salah satu tokoh nelayan termaga tengah pantai matras mengatakan pengerjaan belasan ponton juga tanpa sepengetahuan mereka. Nelayan inipun membantah bahwa aksi deklarasi dukungan nelayan matras beberpa hari lalu terhadap PIP PT. Timah, tidak berlaku untuk mendukung aktifitas tambang ilegal atau ponton ilegal.

Nelayan ini memastikan mereka akan mendukung setiap pengerjaan PIP yang sudah dikeluarkan Izin oleh PT. Timah sekaligus telah melibatkan mereka selaku nelayan dan masyarakat lingkungan matras.

” Aksi deklarasi kita itu adalah
bentuk sinergitas ke PT. Timah selaku perusahaan yang sah kalaupun yang kami ketahui ya CV resmi yang bermitra dan sudah diizinkan oleh PT. Timah, pastinya juga sudah melibatkan kami. Kalau yang diujung itu ilegal. Kami tidak pernah mendukung itu” Ujar salah satu nelayan matras.

Sementara itu salah satu penambang mengaku bahwa aktifitas belasan ponton ini dilakukan oleh masyarakat.

” Disini tidak ada panitia nya pak yang bekerja masyarakat kita semua, gara – gara 2 unit bermesin besar itu awal langsung bekerja jadi kita dihentikan semua” , ujar AM salah satu penambang.

Sampai berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian ini.

Penulis : IR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *