oleh

Boy Yandra : Masyarakat Abai Jalankan Prokes Covid-19

BANGKA, BNBABEL.COM – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH menuturkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan untuk melakukan perpanjangan penutupan tempat wisata yang ada di Kabupaten.

“Kalaupun nanti ada kebijakan terbaru akan kami sampaikan lagi, mudah-mudahan dengan adanya pengetatan di seluruh obyek wisata dari tanggal 13 Mei sampai 16 Mei 2021 kemarin dapat menekan angka kasus penularan virus corona pasca lebaran ini. Yang pastinya harus ada penurunan angka kasus penularan Covid-19,” tegasnya, Selasa (18/5/2021).

Menurut pantauan yang pihaknya lakukan selama 3 hari selama lebaran kemarin banyak rumah warga yang sepi berkunjung. Dikatakannya, meskipun ada yang bertamu itupun tidak banyak atau hanya sekitar 20 persen saja.

“Rata-rata banyak masyarakat yang menutup pintu, inilah salah satu sikap yang menandakan kepedulian masyarakat terhadap penularan virus corona ini sangat tinggi. Karena dengan banyaknya kerumunan maka akan menyebabkan penularan semakin cepat, dan bagi wilayah yang telah dinyatakan zona merah tidak diperbolehkan melakukan open house,” ujarnya Boy Yandra.

Kemudian ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Bangka saat ini ada 6 Kelurahan dan 4 Desa yang benar-benar masuk zona merah dan harus melakukan PPKM skala Mikro. Diantaranya adalah Kelurahan Sungailiat, Kelurahan Parit Padang, Kelurahan Kenanga, Kelurahan Bukit Betung, Kelurahan Sri Menanti dan Kelurahan Belinyu. Sedangkan untuk desa yaitu Desa Bukit Layang, Desa Karya Makmur, Desa Air Ruai dan Desa Pemali.

Peningkatan kasus yang ada di Kabupaten Bangka ini disebabkan karena tingkat kepedulian masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19 sudah mulai kendor dan yang kedua keterbatasan tempat karantina. Pihaknya berharap semua desa di Bangka bisa menyiapkan tempat isolasi meskipun angka kasus penularan masih rendah.

“Kami sangat mendukung adanya kebijakan dari Gubernur Babel yang memberlakukan kepada seluruh masyarakat yang masuk ke Bangka atau ke Belitung untuk dilakukan pemeriksaan G nose.Alhamdulillah, selama dua hari ini kasus penularan sedikit menurun,” tandasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *