oleh

BMKG Peringatkan 8 Kabupaten Di Jatim Berpotensi Tsunami, Ketinggian mencapai 15 Meter

JAKARTA, BNBABEl.COM— (4/6) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperingatkan 8 kabupaten di Jawa Timur rawan tsunami dengan risiko tinggi.

Peringatan ini apabila tejadi gempa M 8,2 di 8 kabupaten tersebut, ketinggian tsunami bisa mencapai 11-15 meter.

8 Kabupaten yang diperingatkan tersebut yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.
“Jadi di Selatan Jawa Timur itu ada 8 kabupaten berdasarkan banyak kajian dari BMKG, BNPB. Selatan Jatim itu zona rawan bencana tsunami kategori tinggi, termasuk itu rawan daerah bencana gempa bumi tinggi,” ujar Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, Kamis (03/06).

Kalaksa BPBD Jatim menambahkan, Tsunami akan datang 25 -29 menit sejak gempa pertama. Jadi terjadi perbedaan permukaan deformasi, air yang sampai ke darat berdasarkan simulasi aplikasi inaris bisa sampai 3 KM masuk ke darat.

” Namun, berdasar historis dari Banyuwangi 1994 lalu, air masuk ke darat 800 meter sampai 1 KM. Sampai ke daratan tingginya tentu turun, topografi wilayah juga tentu berpengaruh,” imbuhnya.

Yanuar mengatakan langkah yang dilakukan BPBD Jatim menghadapi potensi bencana semacam ini adalah sosialisasi kepada warga yang berada di kawasan megathrust.

Sosialisasi tersebut mengajak masyarakat untuk mengetahui risiko bencana di sekitarnya. Kemudian, melakukan simulasi evakuasi bencana.

“Simulasi terus dilakukan, kita juga memasang rambu-rambu di tempat-tempat yang rawan. Di pantai-pantai Selatan. Kita juga sejak 2019 lalu terus menggencarkan Destana (Desa Tangguh Bencana). Masyarakat juga diminta menggunakan kearifan lokal masing-masing untuk mengetahui bencana itu terjadi. Semisal gempa, bisa pakai kaleng ditumpuk, ketika gempa, kaleng otomatis jatuh, dan mereka tanggap bahwa sedang terjadi gempa bumi dan segera menyelamatkan diri,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Webinar Kajian dan Mitigasi Gempa dan Tsunami di Jawa Timur. Untuk itu, dia mengingatkan pentingnya menyiapkan mitigasi bencana sejak dini.

“Inilah yang kami jadikan skenario, kita ambil kemungkinan magnitudo tertinggi 8,7. Nah dan itu yang menjadi dasar skenario untuk memprediksi terjadinya tsunami, kapan terjadinya gelombang, sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami,” kata Dwikorita.

Apalagi di Jawa Timur ada sejumlah wilayah yang berpotensi tsunami. Dia mencontohkan daerah Trenggalek yang memiliki potensi tinggi tsunami maksimum hingga 26-29 meter. Selain itu, di Blitar ada potensi datangnya tsunami dengan waktu yang paling cepat.

Penulis Ir Dilansir dari CNBC Indonesia dan Siaran Video Peringatan BMKG Jawa Timur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *