oleh

BKN Minta ASN Segera Lakukan Pemutakhiran Data Mandiri, Begini Kerja Cepat BKPSDMD Kabupaten Bangka Meresponnya

BANGKA BELITUNG, BNBABEL.COM — Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap daerah melakukan pemutakhiran data dan riwayat pribadi secara mandiri yang akan dimulai pada bulan Juli hingga Oktober tahun ini.

Mengutip Tempo, dijelaskan kalau setiap ASN bisa melakukan pemutakhiran data dan riwayat pribadinya secara online melalui aplikasi android bernama MySAPK, serta website yang ditetapkan oleh BKN sebagai autentikasi data ASN.

Menanggapi hal itu, Syahrial Mukmin selaku Kepala Bidang (Kabid) Sistem Informasi Kepegawaian mewakili Kepala BKPSDMD (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Kabupaten Bangka, Baharita, mengatakan pihaknya sejauh ini sudah melakukan pemutakhiran data ASN yang ada di Kabupaten Bangka sekitar 90,6 persen.

“Jadi kita memang ada perintah dari Perpres Nomor 95 Tahun 2018, dan target satu data ASN sesuai Perpres Nomor 39 Tahun 2019, bertujuan memenuhi target terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik,” papar Syahrial saat ditemui pada Selasa (15/06) sore di Kantor Damkar Kabupaten Bangka, Sungailiat.

Ia melanjutkan pemutakhiran data ASN ini sendiri menyasar dua aspek penting, yaitu untuk mewujudkan data kepegawaian secara akurat, terkini, terpadu, dan berkualitas baik, sehingga dapat menciptakan data ASN dan meningkatkan kualitas serta integritas data dalam rangka mendukung satu data ASN dan kebijakan pemerintah di bidang manajemen ASN.

Guna mengoptimalkan tugas tersebut, Syahrial menuturkan pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang dilayangkan ke setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar segera menginput data pegawainya untuk dimutakhirkan.

Namun ia pun mengakui, adanya data pegawai yang belum rampung tersebut (9,4%), salah satunya dari Dinas Pendidikan, dikarenakan masih terkendala pandemi COVID-19 saat ini.

“Jadi surat kita itu [sudah] ke Dinas Pendidikan. Ada beberapa guru yang memang belum masuk datanya karena mungkin pandemi ini tidak ada tatap muka, sehingga suratnya mungkin ndak sampai,” ujar ASN lulusan IPDN itu.

Adapun resiko bagi ASN yang tidak melakukan pemutakhiran data mandiri ia khawatirkan akan merugikan ASN itu sendiri, sebab data pegawai yang sudah dimutakhiran akan terintegrasi atau ter-link ke sistem database BKN, sehingga pihak pusat nanti bisa mengecek data kepegawaian ASN daerah serta mengontrol manajemen ASN melalui satu pintu.

Bahkan sesuai Keputusan Kepala BKN RI Nomor 87 Tahun 2021 sangat jelas disebutkan bahwa ASN yang tidak melakukan pemutakhiran data mandiri melalui aplikasi MySAPK akan dikenakan sanksi pelayanan, yang manajemen kepegawaian bersangkutan tidak akan diproses.

“Takutnya dia (ASN yang belum memutakhirkan data mandiri-pen) nanti dianggap PNS fiktif gitu,” tuturnya.

Karena itu Syahrial mengingatkan agar setiap ASN di Kabupaten Bangka dapat segera menyiapkan diri melakukan pemutakhiran data mandiri (PDM) Tahun 2021 salah satunya bisa melalui aplikasi android bernama MySAPK yang sudah disediakan dan dapat diunduh di ‘Google Playstore’.

Selain itu ia pun mengatakan bila ada pegawai yang mengalami kesulitan melalukan pemutakhiran data mandiri tidak perlu khawatir, karena pihak BKN telah membentuk sistem Helpdesk.

“Jadi untuk pegawai sendiri bisa memutakhirkan datanya terkait riwayat jabatan, pendidikan, diklat, SKP, penghargaan, pangkat, golongan, pindah instansi, organisasi, dan riwayat keluarga. Semua bisa dimutakhirkan di situ (aplikasi MySAPK-pen). Aplikasi itu bisa kita download sekarang untuk diaktivasi terlebih dahulu. Agar bisa mengubah atau memutakhirkan data, itu baru dibuka aksesnya per 1 Juli sampai Oktober,” paparnya menjelaskan cara menggunakan aplikasi MySAPK.

Sosok ASN yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Bidang (Kabid) Damkar Kabupaten Bangka itu berharap agar rekan-rekannya sesama ASN tidak menganggap enteng dan remeh temeh program pemutakhiran data mandiri tersebut demi menghindari resiko yang tidak diinginkan.

“Terkait kegiatan ini tentunya kami berharap bahwasanya semua pegawai nanti bisa melakukan pemutakhiran data mandiri, ya. Jadi silakan mengecek sendiri apa saja yang kurang atau tidak tepat data kepegawaiannya masing-masing dalam sistem aplikasi MySAPK. Karena yang tidak melakukan itu nanti rugi sendiri nanti. Datanya tidak update, tidak akurat. Apalagi ini langsung terintegrasi ke dalam sistem informasi ASN nasional yang telah dibangun oleh BKN,” tutup Syahrial menegaskan.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *