oleh

Bersama UBB, PT Timah Sukses Budidaya Perikanan Berdampingan dengan KIP

BANGKA, BNBABEL.COM — PT Timah Tbk berhasil membudidaya perikanan terintegrasi dengan konsep Kerambah Jaring Apung (KJA), di Kawasan Perairan Rambak, Kabupaten Bangka.
Budidaya perikanan ini dilaksanakan di kawasan penambangan laut yang masih aktif beroperasi. Dalam program ini, PT Timah Tbk menggandeng Univetrsitas Bangka Belitung.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Alwin Albar mengatakan, budidaya perikanan ini menggunakan dua unit KJA dengan delapan kolam.

Pihaknya menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam melaksanakan project ini dengan membudidayakan udang vaname, kakap putih dan kerapu hybrid.
Dikatakan Alwin, budidaya ikan dan udang di wilayah penambangan laut ini di mulai sejak April 2021 lalu.

Pihaknya melibatkan UBB.
“PT Timah enginisiasi kajian ini sebagai upaya perusahaan untuk menjawab beberapa tantangan, terkait pemanfaatan kawasan pertambangan yang bisa bersinergi dengan sektor budidaya perikanan,“ ujar Alwin.

Pihaknya, lanjut Alwain, melakukan kajian ini bersama tim dari UBB, untuk mengetahui lokas mana saja dari penambangan laut yang masih beroperasi bisa dilakukan budidaya ikan.

Selain itu, kata Alwin, pihaknya juga akan mengimplementasikan ini di beberapa wilayah lainnya. Ke depan, PT Timah Tbk bisa bermitra dengan masyarakat untuk melakuka budidaya perikanan dengan konsep KJA di kawasan penambangan laut.

“Program ini merupakan bagian dari pengembangan bisnis PT Timah Tbk yang berkaitan dengan core bisnis utama PT Timah Tbk yakni penambangan. Setelah dilakukan kajian ternyata budidaya perikanan ini bisa dilakukan di dekat KIP yang sedang beroperasi,” tukas Alwin.

Menyikapi kesuksesan program ini, PT Timah Tbk membuka diri bagi masyarakat yang ingin melaksanakan budidaya perikanan dengan sistem yang telah diterapkan PT Timah Tbk. Program ini menjadi bagian dari community development PT Timah dalam pemberdayaan masyarakat dan juga mengembangkan bisnis perusahaan.

Pada kesempatan berbeda, Dosen Jurusan Aquakultur UBB, Ahmad Fahrul Syarif menjelaskan program budidaya perikanan di dekat penambangan laut aktif terbilang sukses. Hal ini terlihat dengan tumbuh kembang ikan dan rendahnya mortalitas komoditas yang dibudidayakan.

`Pola yang dikembangkan yakni Integretaed Multitrophic Aquaculture (IMTA) di Marikultur. Dimana budidaya dilaksanakan hanya berjarak sekitar 2 kilomoter dari Kapal Isap Produksi (KIP) yang masih beroperasi aktif di kawasan tersebut. Kami bersama PT Timah Tbk membuat kajian budidaya laut terintegrasi sebagai peluang bisnis baru

Perusahaan yang lokasinya di wilayah izin usaha pertambangan perusahaan dan KJA ini terletak di Kawasan penambangan aktif dengan jarak sekitar 2 kilometer dari kapal isap yang masih beroperasi,” ungkap Ahmad. (*/BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *