oleh

Atas Peran Aktif Berantas Narkoba, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Terima Penghargaan Dari Kepala BNN Babel

BANGKA, BNBABEL.COM – Ketua DPRD Bangka Iskandar S.Ip didampingi Wakil I DPRD Bangka Mendra Kurniawan A. Md, Wakil II DPRD Bangka Rendra Basri dan Sekretaris DPRD Bangka menerima kunjungan Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjend Polisi M Z Muttaqien S.Ik, SH, MAP, Kamis (29/7/2021).

Selain melakukan silaturahmi, Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berkesempatan untuk memberikan piagam penghargaan atas peran aktif dalam sinergitas implementasi instruksi presiden RI nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Kepala BNN Babel mengatakan ada 3 tagline jika bicara mengenai narkoba diantaranya rumah sakit, kuburan dan penjara. Menurut data yang dimilikinya saat ini di Bangka Belitung ada sebanyak 1.014 orang yang direhabilitasi d rumah sakit dan 1.377 orang yang di penjara akibat narkoba.

“Dan ranking pertama yang menghuni Lapas di Bangka Belitung adalah kasus narkotika. Dan data yang meninggal setiap tahunnya akibat narkoba di Bangka Belitung sebanyak 107.071 artinya setiap harinya menelan korban 293 orang. Kami dari BNN mempunyai tifa strategi dalam menangani ini yaitu soft war offroad, smart war offroad dan hard war offroad,” jelasnya.

Yang dimaksud soft war offroad ialah edukasi, sosialisasi dan rehabilitasi termasuk seperti penguatan organisasi antar stakeholder. Kemudian hard war offroad ialah apabila ada pelaku yang masuk dalam jaringan bandar tidak hanya dijerat dengan undang-undang satu tindak pidana narkoba saja tetapi dilapis dengan undang-undang pencucian uang atau dimiskinkan.

“Dengan seperti itu ada efek jera untuk mempersempit ruang gerak jaringan pelaku narkoba. Kami berharap dan dukungan dari seluruh stakeholder untuk bisa mengedepankan soft war offroad. Bahwa orang yang di tangkap itu tidak mesti harus diproses dan dipidanakan seperti surat edaran Makamah Agung dan keputusan bersama sesuai pasal 127 undang-undang narkotika harus melalui sidang THT,” terangnya.

Ia katakan saat sidang THT akan menentukan apakah tersangka akan dilakukan rehabilitasi atau tidak. Dijelaskan sesuai dengan surat edaran Makamah Agung RI, jika ditemukan barang bukti dibawah 1 gram sang pelaku tidak boleh dipidanakan tetapi dengan catatan orang yang bersangkutan tidak masuk dalam jaringan pengedar narkoba.

“Pengguna narkoba saat ini pengguna narkoba dari tingkat anak-anak sampai orang tua dari yang miskin sampai yang kaya. Saya miliki strategi bagaimana menguatkan keluarga anti , nanti DPRD, Pemda dan unsur terkait untuk membentuk satgas terpadu sampai tingkat desa sesuai instruksi Presiden untuk mencegah dan memberantas narkoba,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar S. Ip menuturkan rasa syukur terimakasih atas penghargaan yang diberikan langsung oleh Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Masyarakat harus bisa memahami dan mengerti tujuan BNN hadir di tengah-tengah, tidak lain adalah untuk memberantas jaringan narkoba demi menyelamatkan bangsa ini. Mereka bekerja dengan ikhlas dan niat yang tulus sehingga bisa memberantas jaringan narkoba ini,” paparnya.

Ia mengharapkan pihak BNN untuk bisa mengawasi dan menghentikan peredaran narkoba yang ada di Kabupaten Bangka. Pada kesempatan tersebut dia juga memberikan apresiasi kepada pihak polres Bangka yang telah memusnahkan barang bukti narkoba dengan jumlah terbesar selama Polres Bangka berdiri.

“Ini menjadi sejarah bagi masyarakat di Kabupaten Bangka. BNN tadi katakan siap bekerja dengan seluruh stakeholder untuk memberantas narkoba ini. Dan saya ingin menghimbau kepada orang tua agar bisa mendidik anak dalam segi keagamaannya, didiklah anak dengan baik agar tidak mudah terpengaruh didalam pergaulan atau lingkungan,” tutup Iskandar.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *