oleh

Arbi Leo Serius Bangun Perfilman Daerah go Nasional, didukung Ketua LSF Indonesia Yakini Potensi Industri Film Bangka belitung

BANGKA, BNBABEL.COM — Setelah sukses memproduksi Film Martabak Bangka dan sejumlah film lainnya bernuansakan Negeri Serumpun Sebalai, kini Arbi Leo makin mantap dan bersemangat membangun industri perfilman di Bangka Belitung lebih maju lagi.

Bersama Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia Rommy Fibri Hardiyanto, CEO BNMedia Group ini melakukan survey dan menggali potensi pengembangan industri film di Bangka Belitung.

“Saya tertarik untuk ikut membangun industri perfilman di kampung halaman saya ini. Saya akan mendorong kemajuan daerah ini, salah satunya lewat pengembangan industri perfilman,“ ujar Arbi Leo seorang Produser dan enterpreneur muda ini, saat mendampingi Kepala LSF Rommy Febri Hardiyanto yang sedang berkunjung ke Bangka, Kamis (14/10/2021).

Melihat animo generasi muda Babel dalam menggeluti dunia perfilman, Arbi Leo mengaku yakin, Bangka Belitung bisa dikembangan melalui industri perfilman berskala nasional. Arbi ingin lahir film-film berkelas dari putra dan putri Babel yang nantinya bisa menembus nasional, bahkan internasional.

Apalagi setahun terakhir ini, Arbi memantau perfilman di Bangka Belitung yang terus menggeliat dengan hadirnya film-film baru dari cineas muda dan aktor serta aktris asli Babel. Termasuk BERSAHAJA Entertaiment di bawah naungan BN Media Group juga produktif dalam membuat film-film Layar Lebar.

“ Saya bersama tim akan terus berupaya produktif dalam membuat karya-karya film. Karena saya yakin melalui karya film ini kita juga dapat ikut membangun daerah dan negeri kita,“ ungkap Arbi Leo, yang juga Owner dari Pantai Indah Batu Bedaun ini.

Hingga saat ini, kata Arbi, BERSAHAJA Entertainment sudah memproduksi tiga Film Layar Lebar. Film pertama yang sukses adalah Film Martabak Bangka, yang sudah ditonton lebih dari 3 juta orang.

“Film kedua kami yang berjudul Bisikan Jenazah akan segera tayang di XXI maupun bioskop-bioskop di tanah air pada akhir tahun 2021 ini. Sedangkan film ketiga akan kami targetkan tayang di awal tahun 2022.

Semoga karya-karya film kami dapat ikut berkontribusi membangkitkan kembali Industri perfilman di Indonesia,“ ujar Arbi Leo.
Melihat keseriusan Arbi Leo untuk membangun perfilman di Bangka Belitung ini, mendapat pujian dari Kepala Lembaga Survey Film (LSF) Indonesia Rommy Fibri Hardiyanto.

“Semangat Pak Arbi untuk mengembangkan industri perflman di Babel patut kita apresiasi dan acungkan jempol. Kita yakin, melalui dunia film ini juga bisa mempromosikan dan memperkenalkan Babel ke dunia luar,“ ujar Rommy.

Meski baru pertama kali datang ke Pulau Bangka, namun Rommy yakin potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan SDM di Bangka Belitung sangat mendukung pembangunan dan pengembangan industri perfilman.

“Saya baru pertama kali ini ke Bangka.Selama sehari keliling Bangka, saya merasa cocok dan nyaman di sini. Saya dapat merasakan atmosfer kota yang tenang, santun dan penuh kehangatan,“ puji Rommy.

Pujian Rommy ini bukan tampa alasan. Ia melihat kenyamanan dan ketenangan kota di Pulau Bangka ini tercermin dari lalu lintas di jalan raya, relasi antar warga dan interaksi dirinya dengan warga kota, khusus di Kota Sungailiat.

“Nah sedangkan untuk makanan, saya juga cocok sekali. Hobi saya kulineran, dan setelah mencoba aneka masakan di Bangka seperti Lempah Ikan Tenggiri, terasa betul enaknya.

Apalagi itu masakan Kepiting maupun Tom Yum, wow saya terpesona. Bukan hanya bumbu dan rempahnya yang terasa maknyus, namun juga seafoodnya itu sangat segar,“ tukas Rommy.

Melihat potensi semuanya ini, Rommy yakin, keinginan Arbi Leo untuk membangun industri perfilman di Negeri Serumpun Sebalai, sangat berpeluang besar, dan menjanjikan untuk mampu go nasional maupun internasional. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *