oleh

Akal-Akalan Pemilik Alat Berat Tak Berhasil Mengelabui Tim Divpam PT Timah

PEMALI, BNBABEL.COM — Akal-akalan para penambang untuk menutupi aktivitas alat berat PC mini di Air Lampur Dusun Pemali Desa Pemali, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka tak berjalan mulus.

Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah tidak gampang percaya begitu saja. Tim Divpam langsung menuju lokasi alat berat PC mini, yang disebut para penambang hanya untuk membantu aktivitas tambang pasir.

“Kita tidak mau percaya begitu saja. Ternyata benar, setelah kita datang ke lokasi, ternya alat berat ini digunakan untuk membantu aktivitas tambang pasir timah,” ujar GM PT Timah Tbk, Robertus Bambang Susilo, Kamis (18/11/2021).

Temuan Tim Divpam PT Timah ini bermula ketika personil Divpam Pam dengan didukung Pam Obvit Polda Babel melakukan patroli penertiban dan pendataan tambang illegal.
Tim Divpam PT Timah berangkat ke lokasi Kamis (18/11/2021) sekitar pukul 10.40 WIB.

Lokasi yang dituju kali ini adalah Air Lampur Dusun Pemali Desa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, tepatnya pada koordinat X: 0616137 dan Y:9791134. Status lahan yang digarap para penambang ini merupakan Hutan Produksi (HP) dalam Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) PT Timah Tbk.

Di lokasi patroli Tim Divpam menemukn mesin Dongfeng 24 PK sebanyak 2 unit, dan satu alat berat excavator mini merek Kubota.

Tambang ini merupakan milik oknum warga inisial N yang memiliki alamat di Jalan Cendrawasih 1 no 74 Sungailiat Kabupaten Bangka.

Sementara itu, alat berat berupa satu unit Excavator mini merk Kubota adalah milik AAB, seorang warga inisial H beralamat di Desa Sempan Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

“Berdasarkan keterangan pihak penambang, untuk alat berat ini, AAB mengaku telah berkoordinasi dengan aparat setempat secara lisan. Alat berat PC mini dioperasikan untuk giat ngerit pasir atau untuk mengambil pasir, bukan untuk menambang produksi timah,” ujar Robertus.

Hanya saja, kata Robertus, Tim Divpam tidak mau langsung percaya.
“Setelah dicek bahwa disamping operasi penggalian pasir, ternyata alat berat ini juga melakukan aktivitas giat penambangan pasir timah.

Mereka akhirnya mengakui bahwa
untuk kegiatan rit pasir sudah berlangsung sekitar 8 bulan, sedangkan untuk kegiatan sampingan operasi tambang timah ini baru sekitar satu minggu,” je;as Robertus.

Setelah memastikan bahwa para penambang tersebut melakukan aktivitas tambang illegal di WIUP PT TImah, lalu Tim Divpam melakukan langkah-langkah persuasif.

Seperti yang sering dilakukan oleh Tim Divpam, antara lain menghentikan aktifitas penambangan, selanjutnya memberikan teguran bahwa mereka bekerja di HP dalam WIUP PT Timah.

“Kita juga memerintahkan agar peralatan kerja segera diangkat dari lokasi. Lalu membuat BAP dan Surat Pernyataan diatas materai untuk dokumentasi. Kita bersyukur, akhirnya penambang bersedia menghentikan kegiatannya dan mengangkat peralatan dari lokasi tersebut,” tukas Robertus. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *