oleh

Lewat Program “Law Enforcement” Di BN Radio 90.5 FM, Kapolres Bangka Bersama Ketua Peradi Sleman DIY Bahas Kasus Pembobolan ATM Di Mega Mart

BANGKA, BNBABEL.COM – Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan Sik bersama Ketua Peradi Sleman DIY, Haryanto SH menjadi narasumber di Radio BN Radio 90.5 FM dengan mengusung tema “Pembobolan ATM di Mega Mart Sungailiat dalam perspektif Hukum Ansich” lewat program Law Enforcement, Selasa (8/6/2021).

Terkait dengan kriminalitas pembobolan 2 mesin ATM di Mega Mart pada hari Jum’at yang lalu, ia katakan dalam penanganan kasus ini pihaknya dibantu oleh Polda Bangka Belitung. Yang mana kejadian ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda Bangka Belitung.

“Pada saat itu kita langsung melakukan pemeriksaan saksi saksi yang berada di lokasi tersebut, dan yang pertama kali adalah penjaga Mega Mart yang mana pada saat kejadian itu orang tersebut sedang sakit. Hingga hari ini masih terus kita lakukan pendalaman, namun kendala yang kita hadapi salah satunya ada CCTV yang didapatkan tidak maksimal dan banyak juga CCTV di sekitar area melihat tapi tidak merekam,” tegasnya.

Dan pihaknya juga sudah lakukan koordinasi dengan jajarannya yang ada termasuk mencari pemain pemain lama yang pernah diamankan. Selain itu pihaknya juga koordinasi dengan pihak Lapas.

“Kami masih mendalami apakah kejadian ini ada hubungannya dengan penyerangan anggota polisi yang terjadi di Sumatera Selatan. Tapi sebelum mendapatkan pelakunya, kami belum tahu motif latar belakangnya, apakah ini ada keterkaitan dengan terorisme,” ujarnya.

“Atas perintah langsung dari Kapolda Bangka Belitung, kita di backup unit Jatanras dan Resmob Polda karena peristiwa yang menjadi perhatian publik di Bangka Belitung jadi kita berupaya semaksimal mungkin. Disini kita juga meminta bantuan kepada warga yang mengetahui informasi sekecil apapun agar menyampaikan kepada pihak kepolisian,” paparnya.

“Karena dengan begitu kita bisa mengidentifikasi atau mencari petunjuk bukti yang lainnya terkait dengan pelaku tersebut. Kenapa kita mengalami kendala, karena pelaku pada saat kejadian menggunakan tutup kepala, masker dan juga sarung tangan. Ditambah lagi minimnya CCTV yang ada hanya mampu menampilkan tetapi tidak merekam,” tutur AKBP Widi Haryawan.

Jika bicara secara umum, dirinya membandingkan dengan kejadian di daerah lain dimungkinkan pelakunya berasal dari Pulau Bangka. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak perbankan agar membantu pengamanan di lokasi ATM.

Selanjutnya untuk pemasangan CCTV agar arahnya bisa lebih diperhatikan. Ia melanjutkan untuk seluruh warga di Kabupaten Bangka yang memasang CCTV untuk selalu dilakukan pengecekan sehingga apabila ada permasalahan via membantu pihak kepolisian.

“Untuk di internal, saya sudah menekankan kepada anggota terkait dengan jam dan rute patroli untuk lebih diperhatikan khususnya untuk lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi tindak pidana. Dan saya meminta kepada masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar, dan mengaktifkan lagi program Kapolda Bangka Belitung seperti Kampung Tegep Mandiri,” tegasnya.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat khususnya, yang ada di Kabupaten Bangka untuk lebih peduli dengan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Karena kita tidak bisa menyamakan Bangka di 5 atau 10 tahun yang lalu, dimana angka kasus kriminal di Bangka mengalami kenaikan dan kualitas kejahatan semakin meningkat,” himbau Kapolres Bangka.

Ketua Peradi Sleman DIY, Haryanto SH menuturkan bahwa kejadian pembobolan ATM di Mega Mart masih menggunakan modus lama. Menurutnya, apapun itu tetap menjadi tanggung jawab perbankan untuk memperbaiki sistem.

“Dengan kejadian ini berarti masyarakat dirugikan dan pihak Bank harus bertanggungjawab mengembalikan uang masyarakat yang dititipkan. Jangan sampai pihak Bank kurang mengantisipasi sistem kejahatan yang ada di perbankan dan akan merugikan pihak masyarakat,” jelas Haryanto.

Ia katakan kejadian pembobolan ATM itu masuk kategori pencurian dengan pemberatan pasal 365 dan 363 KUHP, modusnya cukup luar biasa membobol ATM secara fisik. Kejadian ini merupakan kejahatan yang luar biasa

Menurutnya, jika kejadian tersebut dikaitkan dengan isu terorisme maka akan menjadi pihak penyidik untuk mengungkapnya. Dan apabila ada hubungannya dengan terorisme maka hukuman bagi pelaku akan lebih berat.

Haryanto memprediksi jika pelaku pembobol ATM di Mega Mart adalah orang yang sebelumnya pernah melakukan kejahatan yang sama. Menurutnya jika masalah ini tidak terungkap maka kasihan kepada masyarakat.

“Dan pelaku bisa dikenakan penjara maksimal 5 tahun, dan polisi harus bertindak tegas. Polisi harus bekerja keras sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat atas tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *