oleh

Dialog bersama Mayjend TNI Rido Hermawan dalam Ngopjend di BN Radio

BANGKA, BNBABEL.COM – Mayor Jenderal TNI Rido Hermawan bersama dengan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bangka, H Husin Jais menjadi narasumber dalam acara Ngopjend di BN Radio 90.5 FM dengan mengusung tema Menyikapi Intoleransi di Tengah Pandemi Covid-19, Jum’at (11/6/2021).

Menurut Mayjend TNI Rido Hermawan saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham benar makna dari intoleran, jadi ketika dibahas mengenai intoleran banyak yang mengartikan hanya masalah agama. Ia katakan jika makna intoleran dan radikal itu sangat luas cakupannya.

“Jika kita bicara terorisme yang dimaksud oleh pemerintah adalah suatu paham yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang yang menginginkan perubahan secara radikal dan bertentangan dengan konsensus dasar nasional. Namun sekarang sudah banyak penjelasan yang berbeda sehingga menimbulkan keruwetan, ditambah lagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membuat orang stres,” ujarnya.

Ia tegaskan arti dari intoleransi ialah paham selain dari dirinya akan dianggap salah. Dia sangat tertarik jika di Provinsi Bangka Belitung dijadikan model atau miniatur Indonesia.

Karena apa? karena Provinsi Babel ini sangat kaya dengan potensi sumber daya alam dan budaya. Jadi sangat menarik untuk membawa orang datang ke Babel.

“Indonesia ini sangat indah dan suatu negara yang ajaib. Di Indonesia ini pemersatunya adalah agama, dan masyarakatnya sudah terbiasanya hidup dengan adanya perbedaan dan cinta damai. Hanya saja ada oknum-oknum yang berkepentingan untuk memprovokasi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia berpesan agar para tetua dan aparatur apabila dalam menyelesaikan permasalahan untuk berbuat adil jangan dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat ketidakadilan dan akhirnya memicu konflik. Dirinya juga menyesalkan banyaknya pihak-pihak yang memanfaatkan media-media agama untuk kepentingan politik.

“Bagi kaum milenial, bacalah berita dari sumber yang kredibel dan jika share berita bacalah terlebih dahulu isi berita. Sekarang ini banyak berita yang dimunculkan ternyata faktanya berbalik dengan yang ada. Janganlah mudah terprovokasi.Tuhan menurunkan agama agar perilaku manusia menjadi lebih baik,” tutur Mayjend TNI Rido Hermawan.

Sementara itu, H Husin Jais selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka menuturkan bahwa pihaknya tidak pernah mempermasalahkan mengenai perbedaan agama, tetapi mengambil ukuran suatu kesatuan Republik Indonesia.

“Saya sudah memberikan arahan kepada teman-teman yang ada di FKUB meskipun terdapat perbedaan tetapi kita bersatu untuk mengukur kesatuan bangsa ini dengan ukuran yang pasti. Bahwa kita adalah suatu kesatuan yang kokoh, ketika memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita adalah suatu kesatuan yang tidak akan terbelah satu sama lain,” terangnya.

Bahwa FKUB bergerak dengan peraturan menteri agama dan menteri dalam negeri nomor 9 tahun 2006. Yang mana tugas utamanya adalah memberikan rekomendasi terhadap pendirian rumah ibadah.

“Kami dari FKUB akan berlaku jujur dan adil bagi umat yang ingin mendirikan tempat ibadah agar semuanya dapat berjalan lancar. Jadilah orang yang terbaik daripada orang yang baik-baik,” tukasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *